Rantai motor akan menempel debu setelah beberapa waktu, dan umumnya membutuhkan oli pelumas. Menurut informasi yang beredar dari sebagian besar teman-teman, ada tiga metode utama:
1. Gunakan oli bekas.
2. dengan minyak bekas dan mentega serta pengendalian diri lainnya.
3. Gunakan oli rantai khusus.
Analisisnya adalah sebagai berikut:
1. Menggunakan oli bekas. Keuntungan: Menghemat biaya, efek pelumasannya juga bisa bermanfaat. Kerugian: Akan menumpahkan oli ke ban belakang dan rangka, menyebabkan polusi, terutama oli yang tumpah ke ban, seberapa banyak pun akan memiliki efek korosif tertentu pada ban. Selain itu, oli yang tumpah ke ban juga akan menyebabkan roda belakang tergelincir, sehingga memengaruhi keselamatan di jalan.
2. Gunakan oli bekas, mentega, dan pelumas lainnya untuk rantai. Keuntungan: Hemat biaya, tidak perlu dibuang. Kerugian: Efek pelumasan buruk, akan menambah keausan rantai motor.
3. Gunakan oli rantai khusus motor. Keuntungan: Efek pelumasan yang baik, tidak akan membuat ban selip, meningkatkan keamanan berkendara. Kerugian: Lebih mahal, umumnya 30-100 yuan per botol. Selain itu, dari sudut pandang ekonomi, karena efek pelumasannya yang baik, dapat mengurangi kehilangan energi rantai, mengurangi konsumsi bahan bakar, sehingga menghemat uang. Dosis oli rantai sangat sedikit, jika setiap 500-1000 kilometer ditambahkan oli rantai, umumnya satu botol oli rantai dapat digunakan 10-20 kali, yaitu dapat digunakan sekitar 5000-20000 kilometer. Oleh karena itu, penghematan penggunaan oli rantai dalam hal bensin umumnya lebih besar daripada biaya pembelian oli rantai.
Selain itu, penggunaan oli rantai yang baik bertujuan untuk membuat sepeda motor aman dan dapat dikendarai dengan normal, bukan hanya untuk melindungi rantai. Oleh karena itu, membandingkan harga rantai dan oli rantai tidaklah berarti. Penggunaan oli rantai sepeda motor seharusnya seperti mengganti oli mesin, yaitu perawatan rutin.
Waktu posting: 19 Juli 2022